Pengertian shirath dan ujiannya

Pengertian shirath dan ujiannya


Apa itu shirath?
Shirath adalah jembatan yang terbentang diatas neraka jahanam. Ia lebih tajam dari pedang, lebih halus dari rambut, licin dan mudah menggelicirkan. Shirath adalah jalan yang gelap serta membakar, pada kedua tepinya bergantungan besi-besi pengait dari api neraka, dengan duri pengait yang terbentang lebar.
Muslimin dan pengikut para rasul mereka akan berhasil melewati shirath. Sementara itu, ada pendapat yang mengatakan bahwa perjalananya lima belas ribu tahun. Diantara para penyebrang ada yang dapat melaluinya dengan selamat ada pula melewatinya setelah mengalami berbagai penderitaan, atau terjatuh dari shirath itu kedalam neraka.
Diriwayatkan dari Salman Al –Farisi, dari nabi beliau bersabda “… Dan diletakan shirath yang tajamnya seperti pisau atau cukur. Lalu para malaikat bertanya, ‘siapakah yang dapat melewatinya?’ Maka allah berfirman, ‘ Orang yang Ku-kehendaki di antara Makhluk-Ku.’Lantas, mereka berkata, ’Maha suci engkau, kami belum beribadah dengan sebenar-benarnya kepadamu.”
Abu said Al-Khudri juga meriwayatkan bahwa nabi bersabda,’…kemudian didatangkan jembatan lalu diletakkan diantara kedua sisi jahanam,’ Kami bertanya,” Jembatan apa itu?” Beliau bersabda” (Jalan) yang licin dan mudah menggilincirkan. Diatasnya ada besi-besi yang berujung bengkok (pengait) dan berukuran besar. Besi itu memiliki duri yang bengkok yang berada ditempat yang tinggi yang bernama As-Sa’dan…”
Maksud dari ”tempat licin yang menggilincirkan” yakni jalan yang bisa membuat kaki tergilincir. Maksud dari ”duri” yakni duri yang kuat dan terbuat dari besi.
Ibnu Utsaimin berkata,” Ada satu pertanyaan tentang hal ini, yakni: ”Bagaimana mungkin menyeberangi jalan seperti ini?” Maka jawabanya,”Bahwa masalah Akhirat tidak dapat dikilaskan dengan masalah dunia.Sebab Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.Kita tidak tahu bagaimana cara mereka menyebrang, apakah semuanya berkumpul dijalan itu atau satu persatu.
Mungkin, panjangnya shirath ini dapat digambarkan setelah kita mengetahui bahwa seluruh umat-selain orang-orang kafir akan berada disana pada ketika bumi dan langit diganti. Hal ini sebagaimana riwayat Aisyah”Aku bertanya kepada Rasullullah tentang firman Allah:
”Dimana manusia ketika itu wahai Rasullah?” Beliau bersabda,”Di atas Shirath,”
2. Dahsyatnya Ujian Shirath
Melewati shirath termasuk ujian berbahaya, atau bahkan yang paling berbahaya pada hari kiamat. Sebab, di alamnya terdapat berbagai hal yang menakutkan, mencemaskan, menghkawatirkan, dan menggoncangkan akal maupun jiwa makhluk-Nya. Kita sama sekali tidak bisa membayangkan.
Ada empat ( 4 ) perkara yang menujukan akan hal tersebut
Saat itu setiap orang hanya memikirkan dirinya sendiri
Diriwayatakan dari Aisyah yang berkata , ”aku mengingat neraka lalu akupun menangis, lantas apakah engakau teringat keluargamu pada hari kiamat kelak. Lalu Rasullullah bertanya,’ Apa yang membuatmu menagis?”Lalu, Rasulullah bersabda,’Adapun di tiga tempat maka tidak seorangpun teringat dengan orang lain; ketika di mizan ( timabangan ) hingga ia mengetahui apakah timbangan ( kebaikan ) nya yang ringan atau berat; ketika kitab diberitakan, yakni ketika dikatakan kepadanya,’Ambilah, bacalah kitabku ini’ hiongga ia mengetahui dimana terletak kitabnya, disebelah kanannya, sebelah kirinya atau dibelakangnya; dan ketika di shirath apabila ia telah diletakan di antara dua sisi jahanam.
Ketakutan para malaikat akan kedasyatanya, sedangkan mereka makhluk yang tidak dihisab. Diriwiyatkan dari Salman Al-Farisi, Nabi bersabda,” Diletakan mizan (Timbangan ) pada hari kiamat . kalaulah ditimbang di mizan itu langit dan bumi, niscaya akan cukup. Lantas, para malaikat bertanya, ’Wahai Rabb, untuk siapa timbangan ini?’ Allah berfirman, ‘Untuk oang-orang yang Ku-kehendaki diantara makhkuk-Ku.’ Lalu, malaikat-malaikat itu berkata ‘Maha Suci Engkau. Kami tidak menyembah-Mu dengan sebenar-benar ibadah kepada-Mu’.
Keberadaan nabi Muhammad disana untuk memberikan Syafaat
Annas bin malik berkata, ’Aku mohon kepada nabi agar memberikan syafaat untukku pada hari kiamat. Beliau pun bersabda, ’Saya akan melakukannya.’ Annas lalu bertanya, ’Wahai Rasullulah, dimanakah aku mencarimu?’ beliau bersabda, ’ carilah aku pertama kali diatas shirath. Annas lalu bertanya lagi, ’bagaimana jika aku tidak menjumpaimu diatas shirath?’ beliau bersabda, ’ Maka cari aku di mizan.’ Aku bertanya, ’lalu bagaimana jika aku tidak menjumapimu disisi mizan?’ beliau bersabda, ’Maka Carilah aku di haudh (telaga), karena sesungguihnya aku tidak luput dari tiga tempat tersebut.’
Saat itu disana tidak ada yang dapat berbicara kecuali para rasul
Diantara dasyatnya ujian shirath seolah tidak ada yang bisa bebicara ketika melewatinya kecuali para rasul, sembari berdo’a kepada Allah untuk keselamatn para pengikut mereka yang menyebrangi shirath itu.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa rasulullah bersabda” lalu diletakan sghirath diantara kedua sisi jahanam . maka, aku adalah orang yang pertama kali melewatinya diantara para rasul yang membawa umatnya. Tidak ada yang dapatberbicara ketika itu kecuali para rasul.doa para rasul ketika itu ialah, ‘ Ya Allah, selamatkan lah, selamatkanlah…’,”
Dari hadist ini terlihat jelas, bahwa ujian melewati shirath termasuk salah satu ujian yang mengharuskan kita memelihara salah satu ujian yang mengahruskan kita memelihara amal-amal yang bisa menyelamatkan kita dari ujian tersebut. Karena itu, muadz bin jabal berkata, ’sesungguhnya, setiap mukmin tidak akan tenang perasaannya sebelum meninggalkan jembatan jahanam dibelakangnya.’
Abdullah bin Mas’ud meriwayatkaqn bahwa Rasulullah bersabda,’Orang yang
terakhir masuk surga adalah orang yang berjalan diatas shirat dalam keadaan sesekali api neraka melalapnya.”
Ketika ia telah melewati neraka itu, ia pun menoleh kesana lalu berkata,’ Mahasuci Allah yang telah menyelamatkan darimu. Sesungguhnya, Allah telah memberiku sesuatu yang tidak diberikan –Nya kepada seorang pun diantara orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian….”
Apakah Orang-orang kafir dan munafik akan melewati shirath?
Sebagian ulama berpendapat bahwa seluruh manusia baik muslim maupun kafir, akan melewati shirath. Tetapi dalam Ash-Shahihain disebutkan bahwa orang-orang musyrik dan ahli Kitab tidak akan melewati shirath. Sebab, sebelum ujian melewati shirath mereka diperintahakan untuk mengikuti apa yang mereka sembah selain Allah sewaktu di dunia.
Merekapun mengikuti sesembahan itu ke neraka, kemuadian didorong keneraka sekuat-kuatnya sehingga merekapun beratuhan kedalamya. Setelah itu ke, hanya umat yang tersisa di masyar, kemudian diletakan shirat diatas neraka jahanam.
Abu said al-khudri meriwayatkan, ’kami bertanya,’wahai rasullulah apakah kita melihat rabb kita pada hari kiamat?’ beliau bersabda, ’Apakah kalian terhalang melihat matahari dan bulan ketika cuaca cerah?’ kami menjawab tidak, ’diapun bersabda’, maka sesungguhnya kalian tidak akan terhalang melihat-Nya ketika itu, kecuali sebagaimana kalian terhalang melihat keduanya. Beliau melanjutkan, ’Ada penyeru yang menyerukan: hendaklah setiap kaum menuju apa yang ,mereka sembah! Lalu, orang-orang yang menyembah salib beranjak bersama salibnya, para penyembah berhala bersama berhalanya dan penyembah dewa bersama dewa-dewanya.
Hingga yang tinggal hanyalah orang-orang yang beribadah kepada Allah, baik orang yang taat, yang berbuat maksiat, maupun bebrepa yang tertinggal di antara Ahli Kitab. Kemudian didatangkan jahanam yang dihamparkan seperti fatamorgana.
Ditanyakan kepada orang Yahudi,’ apa yang dulu kau sembah?’ mereka menjawab,’ Kami dulu menyembah Uzair, putra Allah.’
Lantas, dikatakan ( kepada mereka),’ Kalian telah berdusta. Allah tidak memiliki istri ataupun anak. Lalu apa yang kalian inginkan?’ mereka menjawab,’kami ingin Engakau memberikan minum, ’ maka dikatakan (kepada mereka),’ Minumlah!’ mereka pun berjatuhan kedalam Jahanam.
Ditanyakan kepada orang Nasrani,’ apa yang dulu kau sembah?’ mereka menjawab,’ Kami dulu menyembah Al-Masih, putra Allah
Lantas, dikatakan ( kepada mereka),’ Kalian telah berdusta.allah tidak memiliki istri ataupun anak. Lalu apa yang kalian inginkan?’ mereka menjawab,’kami ingin Engakau memberikan minum, ’ maka dikatakan (kepada mereka),’ Minumlah!’ mereka pun berjatuhan kedalam Jahanam
Nabi bersabdah,’ lalu Al-Jabbar(Allah) mendatangi mereka dalan bentuk yang berbeda dengan berbentuk yang mereka lihat pertama kali.’ Dia berfirman.’ Aku adalah Rabbmu.’ Mereka berkata,’ engkau Rabb kami, sementara tidak ada yang dapat berbicara dengannya kecuali para nabi.!
Diapun berfirman apakah antara kalian dengan-Nya ada tanda yang kalian ketahui?’ mereka menjawab,’As-Saq (menghilangkan ketakutan, kengerian).’Diapun menyingkap rasa takut dan ngeri. Setiap mukmin pun bersujud kepadanya
Tinggalah orang yang dulu bersujud kepada Allah karena Riya’(agar dilihat orang lain) dan sum’ah(agar dilihat orang lain), kemudian mereka yang riya dan sum’ah berinjak untuk bersujud, namun kemudian (tulang)punggung mereka menjadi rata (sehingga tidak bisa sujud).
Hanya saja para penyembah berhala, matahari,bulan dan golongan musyrikin lainnya akan mengikuti apa yang dulu mereka sembah didunai. Lalu mereka yang pertama kali masuk nerka bersama sesembahan mereka. Al-Qur’an sendiri telah memberikan keternagan yang semakna dengan ini dalam firman Allah mengenai Fir’aun:
sedangkan orang munafik akan melewati titian itu. Mereka diberikan cahaya untuk menerangkan jalan mereka kemudian dipadamakan cahaya mereka agar mereka terjatuh kedalam tingkjatan yang paling bawah dari neraka.
Jabir bin Abdullah pernah berkata ,”..setiap manusia baik munafik maupun mukmin akan diberi cahaya kemudian mereka mengikikutinya, dia atas jembatan jahanam ada cakar-cakar(besi-besi pengait)
Dan duri-duri yang menyambar siapapun orang yang dikehendaki Allah. Kemudian dipadamkan cahaya orang munafik. Selanjutnya selamatlah orang-oranag mukmin
Keadaan manusia didiatas shirat ada 4 golongan Yaitu

• Ada yang melewati nya secepat kilat dari titian jahanam sehingga beliau tidak tersentuh panasnya jahanam atau cakar-cakarnya.
• Ada yang tercabik-cabik oleh cakarnya atau terpotong-potong dagingnya namun dia selamat.
• Ada yang tertahan diatas shirat lalu mengalami berbagai penderitaan hebat berupa jilatan api neraka jahanam.
• Ada yang dibinasakan oleh amal ibadahnya sendiri sehingga ia terjatuh kedalam neraka.

Orang yang pertama dan terakhir melewati shirath
Umat yang pertama kali melewati shirata dalah umat Muhamad karena kemuliaan di sisi Allah:
Abu khurairah meriwayatkan, bahwa Rasullulah bersabda,”…Lalu diletakan shirath (yang terbentang) diantara kedua tepi jahanam. dan aku adalah orang pertama yang membawa serta umatnya untuk meniti shiorath diantara para rasul..”
diantaranya adalah, ”dimana manusia pada hari ketika bumi dan langit-langit diganti? ” rasulullah menjawab ”mereka dalam kegelapan sebelum atau menuju jembatan.” langit itu bertanya, ”lalu lantas siapa orang yang paling pertama melewatinya? ”beliau menjawab, ” orang-orang fakir diantara kaum muhajirin…”
sedangkan orang yang terakhir melewati shirath ini adalah orang yang sesekali berjalan, sesekali tersungkur, dan sesekali terseret diantara shirath itu.
Berbagai bentuk jatuhnya manusia dari shirath orang-orang yang dibeluenggu yaitu yang diikat kedua tangan dan lnatas dicamo\pakan kesuatu tempat orang-orang yang dijungkirkan yaitu yang dibalikan dengan keadaan kepalanya berada menjadi dibawah orang-orang yang didorong
3. UJIAN KEGELAPAN DIATAS SHIRATH
Kegelapan Hakikat atas shirath

Ujian shirat terhada kaum muslimin semakin dekat dengan kegelapan mencekam yang dirasakan, sehingga sama sekali tak seorangpun melewati shirath kecuali orang yang dikaruniai Allah cahaya yang meneranngi jalannya sebagai balasan amal-amal soleh yangdikerjakan di dunia.Terlebih lag,nerka jahanam itu hitam pekat yang tidak ada cahaya sedikitpun.
Allah juga menggambarkankeadan yang terjadi pada orang-orang munafik yang meraba-raba dalam kegelapan Allah berfirman:
Renungkanlah pertanyaan orang-orang munafik tersebut, jawaban orang-orang mukmin kepada mereka dalam firman Allah, “……. Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” merka menjawab benar …….” peristiwa ini menunjukan akan pentingnya meneladani orang-orang saleh sesungguhnya amal-amal saleh. Akan menjadi cahaya anda diatas shirath. hubungan antara kecepatan diatas shirath ialah satu-kesatuan, sehingga ketika cahaya anda bertambah, bertambah pula kecepatan anda demikian sebaliknya.
Mereka semua melewatinya sesuai kadar amal masing-masing. sehingga, lewatlah oaring yang cahayanya diatas ibu jaroi kedua kakinya, kadang satu tangan jatuh dan tangan lainnya bergantungan, serta satu kaki terjatuh dan satu kaki lagi tergantung. lalu api neraka mengenai sisinya.
Saat bebas merekapun berkata segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami darimu setelah dia memperlihatkan? sesungguhnya, Allah telah memberikan kepada kami apa yang tidak diberikan oleh seorangpun.
Amal-amalan mendapat cahaya diatas shirath:
• menjaga shalat lima waktu secara umum dan shalat shubuh secara khusus
• menjaga shalat jum’at, adap-adatnya mencari pahala adzan
• menunaikan zakat
sabar terhadap takdir Allah
membaca surat al-kahfi pada hari jum’at
kontinu dalam membaca surat al-baqarah dan al-imran
mempelajari dan menghapal al-qur’an
berjihad di jalan Allah dan lain-lain.
Dosa-dosa yang menjerumuskan neraka
Semestinya kita ketahui perkara berikut :kelak diantara umat Islam ada yang masuk neraka karena begitu beraninya berbuat maksiat kepada Allah. berapa jumlah pastinya, hanya Allah yang tahu.
Abdullah bin Amr meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Akan masuk neraka dari ahli kiblat ini (umat slam). tidak ada yang mengetahui jumlahnya selain Alla. penyevbanya, mereka bermaksiat kepada Allah dan melanggar ketaatan kepada-Nya.
Diantara menusia terdapat, orang-orang yang akan jatuh dari kedua sisi shirath karena dosa-dosa yang mereka lakukan, meskipun ia selalu mengerjakan amal-amal yang mempercepat perjalannya diatas shirath. misalnya ia melakukan shalat, zakat, dan amal-amal mulia lainnya.
adapun yang termasuk diantara dosa-dosa ini sebagai berikut :
terjerumus kedalam shahwat yanh haram mencakup shahwat inderawi dan syahwat maknawi.
tidak bertobat dari dosa-dosa besar seperti,
ria dalam beramal dan tidak ikhlas daolam mengerjakannya
para pelukis atau penggambar
berbicara dengan ucapan yang dimurkai Allah
menyakiti tetangga
menyeret pakaian karena sombong
cenderung kepada orang-orang yang zalim dengan rasa saying, mencari muka, dan ridha dengan amal prbuatan mereka
menahan zakat
melarikan diri dari perperangan
wanita yang memakai perhiasan dan kecantikannya didepan orang lain
minum khamar
berdusta terhadap nabi
minum dibejana emas dan perak
memakan anak harta anak yatim dan lain-lain sebagainya
Cara-cara Menghindari Jilatan Api Neraka
Banyak sekali amal-amal yang menolong pelakunya agar mampu diatas shirath serta lewat dengan selamat tanpa tersentuhnya api neraka atau jatuh kedalamnya
Disampimg itu ada juga amal-amal shaleh lain yang bisa mempercepat seseorang yang melewati shirath. kedua macam amal ini yang membuat dapat bertahan dan yang memepercepat diatas shirath, masing-masing menjadi pelengkap satu sama lai dan termasuk perkara yang seharusnya benar-benar diperhatikan.
Namun demikian, tidak semua amal-amal shaleh yang dilakukan oleh pelakunya dijanjikan masuk surga. sebab tak ada dalil menjelaskan bahwa seseorang akan selamt dari neraka hanya dengan beramal.
Namun kami hanya akan menyebutkan amal-amal yang nash-nashnya yang telah ditetapkan oleh Allah yang menunjukkan bahwa orang yang mengamalkannya akan selamat dari jilatan api nereka oleh karena itu hal yang lebih kuat indikasinya dalam menujukkan bahwa seseorang akan selamat dari ujian shirath, kemudian setelah itu masuk surga.
Abu Dzarr meriwayatkan bahwa nabi bersabda, “jibril mendatangiku lalu memberikan berita gembira kepadaku bahwa siapa yamg mati dalam keadaan tidak mempersukutukan Allah denga sesuatupun niscaya masuk surga.” Aku bertanya,”meskipun ia mencuri, berzina,?” jibril menjawab,”meskipun ia mnecuri, meskipun ia berzina.”
Walau kita ketahui bahwa berzina dan mencuri termasuk dosa-dosa yang mengancam para pelakunya dengan neraka. kemungkinan makna hadits itu orang yang melakukan dosa tersebut sedangkan ia seorang mukmin, kelak tempat kembalinya adalah surga, baik pada pertama kali, karena ampunan Allah kepadanya atau setelah itu orang terkena azab.
Adapun dalam pasal ini akan disebutkan amal-amal yang bisa membuat pelakunya tertahan diatas shirat dan terselamat dari jeratan api neraka atau jatuh kedalamnya. :
beriman kepada Allah, sedekah amal makruf nahi munkar, membantu orang teraniaya serta menyingkirkan bahaya
memenuhi kebutuhan orang lain dan meringankan kesusahannya
berusaha keras memperoleh safaat Rasulullah
meminra wasilah pada Rasulullah
memperbanyak shalawat pada nabi
bershalawat kepada nabi dengan jumlah dan ucapan tertentu
memperbanyak shalat sunnah
sabar dengan kesulitan hidup di Madianh Al-Munawarah
meninggal dunia di Madinah
bersabar diatas kematian anak
menjaga shalat subuh dan ashar
memelihara dua rakaat shalat dhuha
menjaga empat rakaat sebelum dan sesudah shalat zuhur
melangkahkan kedua kaki sampai berdebu untuk segala urusan yang diridha Allah
menepis ghibah dari seorang muslim, membelanya dan tidak menuduhnya
dengan sesuatu yang menyangkut kehormatan atau hal lainnya
sedekah dan kalimat thayyibah (ucapan yang baik)
berpuasa
menangis karena takut kepad allah, berjaga-jaga dijalan allah (dari serang musuh)
berahklak baik terhadap orang lain
bersabar terhadap anak perempuan, memenuhi nafkahnya dan mengurusinya
bersabar ketika terserang demam
bershalawat kepada nabi ketika nama beliau disebut
mendapatkan takbirratul ihram bersama imam
menyempurnakan wudhu’
mengucapakan doa pengakuan keesaan Allah ketika pagi dan sore sebanyak empat kali
dan lain-lain sebagainya.
Amalan-amalan alternative :
thawaf disekitar ka’bah yang mulia
dua rakaat thawaf dan sa’I antara syafa dan marwa
jihad dijalan Allah
memberikan bantuan Allah kepada saudara muslim dalam bentuk pinjaman mudharabah atau menunjuki jalan yang lurus bagi orang yang tersesat dijalan Allah
bertahlil sepuluh kali setelah shalat shubuh dan maghrib
bertahlil seratus kali
takbir, tahmid, dan tasbih seratus kali

Previous
Next Post »
Thanks for your comment